Pada awal 1980-an, kawasan Pondok Petir berkembang sebagai lingkungan permukiman dengan ikatan sosial yang kuat. Masjid menjadi pusat aktivitas sosial, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang bertemu, belajar, dan berdiskusi. Dalam keseharian tersebut, pendidikan anak-anak berlangsung melalui berbagai cara. Sekolah formal menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, sementara pembelajaran agama umumnya dilakukan secara informal melalui pengajian, madrasah sore, dan kegiatan keislaman di masjid.